Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label #puisi

Pertanyaan.

Aku hanya penasaran Apakah kecewa-kecewa yang kutelan ini baik untukku? Apakah menyalahkan diri sendiri atas ketidaksesuaian realita dengan harapan yang kuuntai sungguh baik untuk hatiku ? Aku takut, terlalu mudah memaafkan orang lain dan terbiasa menghakimi diri sendiri menjadi sifat yang melekat padaku. Apakah benar, bersabar tidak akan membuatku dijatuhkan? Aku masih belajar, tidak banyak yang kutahu 

Teman Hidup

Kepadamu, yang selalu ada untukku. Sungguhkah itu dirimu ? Seseorang yang akan menjadi masa depanku. Seseorang yang akan memimpinku, membawaku kepada hari-hari tanpa kelabu, kamukah itu ? Katamu, tidak ada alasan untuk meragu. Namun mengapa hatiku masih membisu ? Jawaban itu masih tak tentu. Katamu, kisah ini untuk diperjuangkan Sejauh mana engkau akan bertahan ? Mengenangmu manis dalam ingatan Lupakanmu tak kucoba lakukan Rindu padamu, adalah harga yang harus kubayar. R-

2017

2017 Masih berjarak Tidak bisa berjumpa Angin tidak bersuara Awan tak mampu menerka 2017 Jalan sudah terhampar Masing-masing sudah menapaki 2017 Kau masih saja hilang Apa itu kabar ? 2017 Lagu-lagu lama masih bersenandung Menunggu kau bergabung Mana engkau? 2017 Rindu masih berkabut Mimpi-mimpi jadi sendu 2017 Aku Agung Berharap engkau segera tiba 2017 Dan kau entah dimana Entah bagaimana Entah bersama siapa Kepada Dika. __ Katanya kita sahabat, lalu apa ? Annesa Fista Savitri Agung Setia Budi Andika Prima Sandi Semoga suatu hari bisa jumpa lagi.

Siapalah aku ?

Siapalah kamu Merasa serba tahu Yang mengintip story Instagram ku Yang rajin memberi like pada setiap fotoku Siapalah kamu Merasa cukup mengenalku Cukupkah dengan membaca semua cerita dari blog pribadi ku ? Terpuaskah dengan meneliti makna caption panjang milikku ? Siapalah kamu Merasa pantas menilai baik burukku Bertegur sapa saja belum tentu Pernahkah kita bertemu ? Siapalah aku ? Hingga begitu penting bagimu untuk mengomentari setiap inci kehidupanku ?

Sedih...

Aku lupa Kapan kali terakhir tertawa bebas Bahagia semu Senyum palsu Hati pilu Tolong, Beritahu aku...

10.57

Terimakasih sudah mengerti. Kepercayaan ini begitu mahal. Begitu berharga.. Untuk itu semua, izinkan aku mencoba memperjuangkan yang tersisa Hingga tiba masanya kita bertemu di ujung senja..

YANG MENANGIS

Dosa hamba begitu banyak Hina sekali Hamba lalai Tidak pandai bersyukur Ya Allah Biarkanlah hamba Merengkuh hidayah Kukuhkanlah Teguhkanlah Izinkan hamba mendekat Ya Allah Tunjukkan kepada hamba jalan Tunjukkan manakah yang harus hamba tempuh Bolehkanlah hamba menjadi shalihah Ya Allah Berikanlah hamba kekuatan ketabahan keikhlasan Ya Allah Jangan biarkan hamba tenggelam dalam lumpur maksiat Jangan biarkan hamba bahagia dalam fana Jangan biarkan hamba jauh.. Ya Allah Ampuni segala dosa hamba Ya Allah Sungguh hamba malu untuk meminta Sungguh.. Hambamu yang hina..

Puisi Kelam

aku ingin hilang. ingin melayang. ingin menjadi air, yang menjadi uap lalu hilang bersama awan ingin menjadi embun yang sejuk, lalu pudar saat mentari datang ingin menjadi angin yang bisa jauh, jauh tanpa harus pulang ingin aku hilang sebenar-benar hilang sebenar-benar menghilang sebenar-benar tiada kabar.

Puisi dari Iqbal

Kemarin Gelap menyelimuti langitku Menghilangkan senjaku Seketika kau hadir Menjadi bintang yg gemerlap Wahai bintang terangilah langitku Sinarilah hatiku

tiap senja

Teringat padamu Yang malu-malu Yang tak banyak ingin tahu Tiap senja Mencari-cari Makna rindu dan obat sendu.

sebelum hilang

Kamu yang selalu kucari menjelang tidur yang mendengar cerita, meski tidak berguna Kamu yang selalu kucari saat terbangun dari mimpi panjang yang bersedia menemani, menjadi teman Kamu yang selalu kucari di antara lautan manusia, yang berkerumun kadang kamu di sana, duduk diam kadang bertemu mata kita Kamu yang selalu kucari dalam setiap perjumpaan yang tanpa janji : tidak ada kepastian.. Kamu, yang telah memilih untuk menjadi teman Terimakasih Bagaimanapun aku tidak berhak meminta lebih banyak -Iqb.

...

Aku cengeng Mudah menangis Untuk itu aku selalu bersikap tegar Menahan perihnya luka Menelan mentah-mentah duka Memendam sakit di dada Untuk itu aku tidak pernah berani berkata Takut jika nanti tembok runtuh Lalu banjir air mata

( semoga )

S E M O G A yang saat ini menangis bisa tersenyum lega yang saat ini menangis bisa tertawa ceria yang saat ini menangis bisa bahagia yang saat ini menangis suatu saat bisa menemukan sandarannya yang saat ini menangis suatu hari ini ada yang menyeka air mata yang saat ini menangis, bersabar hingga waktunya tiba... _____ Dia yang banjir air mata ....

Ku nanti engkau hilang.

Sendiri menahan takut Memendam gelisah Pada siapa akan berkisah Langit sedang biru, matahari tak mau tahu Apalah daya, jika pilu membawa luka Semua puisi menjadi sendu Airmata tertahan. Sendiri Terbenam Menunggu hilang

pada akhirnya semua akan menuju kematian.

yang tidak bisa mengerti lebih baik diam saja. tidak perlu mempermasalahkan apa yang sudah sebenarnya runyam ada yang lebih baik dipendam saja. ada yang lebih baik dibiarkan saja. ada hal yang akan berlalu beriring waktu ada yang akan hilang ketika petang ada yang bertahan menyiksa menjadi hantu hingga di ujung nanti akan terlihat . . . Kematian

Yang hitam

Ada yang terang-terang menatapku sore ini. Ia tak malu Meski kutangkap matanya Ia terus melihatku : mengiringi langkahku yang berlalu Rasanya seakan sia-sia saja Mencoba untuk bersikap tidak peduli, namun nyatanya aku tidak bisa berhenti memikirkan dia Yang kulitnya segelap malam.

yang membuat jarak

Ada masanya ketika aku mengalah, ketika aku mencoba untuk menahan amarah tiba-tiba saja semua menjadi luruh : oleh sebuah ucapan memuakkan. Aku batu, aku api. Lalu kau mau apa ?