Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label #randomstory

Drama sebelum tidur.

Kalau sudah kesulitan tidur begini, rasanya aku ingin menikah sekarang juga. Biar ada temen tidur gitu beb. Tidak perlu takut mimpi buruk, ada seseorang di sebelahku. Tidak perlu merasa takut pada hantu-hantu yang muncul saat kupejam mata, ada yang memeluk Dan menenangkanku. Tidak perlu takut terbangun, ada seseorang yang akan menemaniku, sampai aku kembali lelap. Tidak perlu segala macam ritual sebelum tidur (seperti yang kulakukan saat ini), cukup digenggam tanganku. Tidak perlu takut kedinginan. Ada yang mendekapku. Perkara mimpi buruk ini memang menyiksaku. Tapi yapulak menikah cuma karna ini saja ? Halah drama.

4.20 : Aku Tenang "Gili Trawangan"

aku adalah perempuan yang sangat mudah dipengaruhi oleh lagu yang kudengar, kata yang kubaca. beberapa bisa memberiku semangat tak terkira, beberapa ada yang membuatku tersenyum hingga malam, dan beberapa lagu membuatku berhenti berfikir, menikmati suasana, lalu hanyut. lagu ini adalah salah satu lagu yang kutemukan tanpa sengaja, aku jatuh cinta.. begitu damai, begitu sejuk... denganmu tenang tak terfikir dunia ini... karnamu tenang semua khayal seakan kenyataan.. berlari-lari di taman mimpiku imajinasi tlah menghanyutkanku mimpiku sempurna,  tak seperti orang biasa karnamu tenang semua khayal seakan kenyataan.. berlari-lari di taman mimpik imajinasi tlah menghanyutkanku mimpiku sempurna tak seperti orang biasa aku... berbeda aku... berbeda berlari-lari di taman mimpiku imajinasi tlah mengahanyutkanku mimpiku sempurna tak seperti orang biasa fikirkan indah tentang surga seakan-akan di sana berkhayal semua tentang jiwa ku tenang... ___ ...

untuk pertama kali mimpi begini

Mimpi itu membuat jantungku berdegup lebih kencang. Membuatku letih. Rasanya begitu nyata. Inginku jadi nyata. Damai.. damai sekali. Aku begitu dikasihi Dia begitu menyayangi. Ah, seandainya bisa akan kupeluk kau saat ini tenggelam dalam rengkuhanmu dan menangis dalam bisu..

yang bisa meringankan langkah

Daun-daun kering berguguran Jatuh di trotoar Memunculkan kebiasaan baru : menginjaki mereka satu-satu Lalu tersenyum ketika suara "creck" muncul Ah penghilang stress yang candu..

An-nisa'

Siang ini aku melihat dua anak gadis manis duduk berdampingan Nama mereka sama Mereka bicara lembut satu sama lain Mereka adalah orang yang bersahabat, rasaku Yang satu dahulunya tidak memiliki satupun teman dekat Yang lain, ditinggalkan oleh seseorang yang dianggapnya sahabat : dulu selalu bersama-sama mengukir indah perbedaan, namun kini bersikap seakan tidak pernah saling membagi cerita Melihat dua perempuan ini, aku sangat bahagia Mari doakan mereka terus bersama-sama, melewati manis pahit asam hari-hari Dan berjumpa kembali di surga... 1.31 Terubuk dua

Teman yang baik : Anugerah

Rezeki itu memang banyak bentuknya. Kali ini Allah perlihatkan aku begitu Ia mengasihiku. Selalu saja ada hal-hal tak terduga yang membuatku terharu atas karunianya. Hari Senin merupakan hari yang sangat sibuk bagiku. Kuliah dari pagi, pukul 7.30 dan baru berakhir senja pukul 17.10. Memang ada jeda, namun tetap saja menguras tenaga karna hampir satu hari berada di lingkungan kampus. Ramadhan sebentar lagi tiba, utang puasa belum sempurna kucicil. Jadilah hari ini aku berpuasa, di hari Pekanbaru yang selalu terik. Selepas kuliah terakhir tadi sore aku sempat berbincang-bincang dengan teman-teman dekatku, dan ternyata tidak sendiri aku puasa, ada Zaza dan Icak yang juga menahan dahaga hari ini. Hanya canda tawa saja yang menghibur lelah, aku pulang duluan karna harus jalan kaki ke kost, takut terlalu sore. Setengah jam sudah aku di kos, Zaza mengirimku pesan lewat LINE . Ia tanya aku di mana, kujawab seadanya. Kemudian menyuruhku untuk menunggu yang entah di mana, ket...

Mimisan..

Setelah hampir tiga tahun, 15 menit lalu hidungku berdarah Tidak banyak Tapi cukup untuk membuatku terperangah Aku bertanya, apa yang salah ? Aku menerka, apakah terlalu lelah ? Tidak ingat mengambil tisu, selembar pashmina menjadi lap Darah yang mengucur sudah berhenti Mendadak airmata jatuh Hampa sekali Inginku mengasihani diri sendiri tidak tahu harus mengadu pada siapa, tidak tahu harus bermanja pada siapa... Dahulu, selalu ada adik-adik atau Mama yang siap sedia ketika mimisan : daun sirih segera di tangan Aku teringat masa kecilku, Aku teringat masa remajaku Hidung berdarah bukan hal baru, hidung berdarah hampir menemani tahun-tahunku Aku lupa dengan darah Yang ada hanya kerinduan, yang mengalir bersama kenangan. Yang tersisa adalah pilu membersamai sendu dan kelu.

Di Jalanan Faperta

Saat aku lewat daun-daun berguguran Dibawa angin menerpa wajah Seperti di dalam kisah-kisah indah Ada yang mengiringi jalan jalanku Rasanya romantis sekali Aku tersenyum Teringat Terkenang Menghilang

Mendadak

Aku jadi mencemaskan banyak hal Jadi merasa takut dengan segala kemungkinan. Aku gusar Entah kenapa rasanya semua menjadi lebih sulit Aku lupa masa-masa ketika tidak ada yang perlu kukhawatirkan Ketika "semua ada jalan" menjadi pegangan Aneh Bahkan saat menulis ini saja jantungku berdegup lebih kencang.

30 detik terlama

Aku merasa lega ketika akhirnya turun dari bis yang ramai sekali. Entah kenapa aku harus berbarengan dengan anak-anak sekolah yang entah dari mana asalnya. Untungnya di halte transit sudah ada bus yang menunggu. Melangkah turun, menunggu giliran. Aku cukup bersabar. Meski takut kalau-kalau tertinggal bus ke arah Panam. Di tangga. Aku menanti kondektur memeriksa karcisku. Lalu aku melihatmu. Kau berdiri dengan santai. Mengamati semua yang lewat. Seperti kenal, kataku dalam hati. Ternyata memang itu kamu. Aku bingung harus bagaimana. Ingin memanggil namamu, tapi ramai sekali. Jika aku berteriak, semua orang akan melihatku. Jika berbisik kau pasti tak akan mendengar. Jadi kutatap saja engkau. Kutunggu kau menatapku balik. Hampir 30 detik sudah. Kau seakan belum menyadari keberadaanku Aku masih sabar Akhirnya, kau balik melihatku Engkau seperti kaget Aku hanya tertawa Mengayunkan karcisku, dan berkata " Aku duluan Bal" Berjalan terus. Menahan tawa T...

untuk yang suka terlambat

Jika kau tau ada yang diam-diam perhatikanmu Yang tak pernah ingin terlihat Yang hanya berani mencuri dengar suaramu Hari ini ia menggelengkan kepala ketika engkau datang terlambat Separo tersenyum ia mengagumi kepercayaan dirimu : mengetuk pintu menatap lurus pada dosen menyebalkan Ia menahan napas, diizinkankah engkau masuk ? Atau makian yang kan kau dapat ? " Kenapa terlambat ? Jam berapa ini ? " Begitu balasan atas ketukan pintumu. Kau memaku, mencoba tersenyum polos. Merogoh tasmu, lalu berbalik. Kau melangkah tanpa ragu. Tapi kau tak kan pernah tahu bahwa ada yang mencemaskanmu.

14/03/2017 : Seperti Bis Sekolah

Sambil menghapus air mata aku berjalan keluar. Menuruni eskalator. Merenung. Sudah sore rupanya. Jika aku berlama-lama bisa-bisa magrib aku tiba di kos. Duduk di halte yang sepi aku sudah tahu tidak akan menaiki bis kota, meski memang lebih cepat. Aku ingin mengamati manusia sore ini. Sebenarnya para penumpang adalah yang paling kusuka dari kendaraan umum. Banyak sekali pelajaran yang bisa kuambil. Banyak hal lucu yang bisa kutertawakan. Awalnya bis tidak terlalu ramai, meski aku tidak kebagian kursi. Lalu setelah Halte Transit Kantor Pos mendadak bis diserbu oleh anak sekolahan. Ramai sekali. Memangnya pukul lima sore jam pulang sekolah ya ? Sesak. Anak sekolah ribut. Rasanya seperti berada di bis sekolah. Aku tertawa saja. Cukup menghibur.

Bertaruh

Sedari tadi aku meragu akan naik apa kali ini Angkot jelas tidak Trans Metro Pekanbaru tentu pilihan terbaik Tapi aku sangat penasaran dan ingin mencoba yang baru Aku belum pernah naik bus kota. Kalau kau warga Pekanbaru pasti tau bagaimana kondisinya Tapi aku tidak akan pernah tau sampai aku mencoba bukan ? Baiklah, sudah kuputuskan. Aku akan menaiki bus pertama yang lewat. Entah itu bus kota atau tmp -Di halte Baby Home

M.

Aku ingat bincang pertama kita Perpustakaan tidak ramai saat itu Kau membaca buku, biologi yang usang Aku lupa bacaanku, tapi yang pasti telingaku tersumbat lagu Kau seakan ingin bicara Aku memang banyak tanya Tanpa sadar kita sudah saling berkisah Kau malu-malu, aku tiada ragu Rasanya seperti menemukan yang baru dari dirimu Ada kagum di mataku Tapi ternyata hanya sampai di situ saja. Aku adalah orang yang menyebalkan Mungkin tidak sesuai yang kau harapkan Kita tidak sempat berteman. Entah siapa yang menutup jalan. Semester terus berlalu Aku sudah memilih jalanku, begitu pula dirimu Lalu aku tanya lagi hatiku, masihkah ada kagum yang dulu ? Beberapa kali jumpa di kelas Beberapa kali berdebat singkat Beberapa kali yang rasanya begitu canggung. Tiga Senin lalu, Kau memanggil namaku, sedikit tertawa Mungkin kau terperangah oleh perubahanku Mungkin kau teringat akan aku yang dulu Dan kini, di bawah kipas angin Aku mencuri tatap padamu Tersenyum ...

Satnite !

Aku baru selesai menyetrika. Pakaian yang menumpuk berhari-hari. Eh berminggu. Sangat melelahkan... Bagaimanapun aku senang, sudah selesai satu misi.

begitu lagi

Kamu tidak pernah belajar dari masa lalu. Kamu terus menerus berulang melakukan hal yang sama Aku bahkan hapal polanya dan akhir cerita Kamu masih saja sama Tidak berubah, entah tak ingin atau memang begitu adanya kamu. Aku tidak berhak menuntut banyak Bagaimanapun, aku hanyalah cerita yang sudah lewat. Ps : he did it again (re: make me geram)

Polisi kapan liburnya ?

Waktu itu hari Minggu, kami sedang berbincang dari atas motor, aku tidak memakai helm dan dia sibuk mencari jalan pintas agar tak bertemu polisi "Emang ada Polisi ? Kan hari Minggu" kataku Aku tak tahu apakah ia kesal, geram, atau merasa gemas padaku. Jawabnya : "Ya terus kenapa kalau Minggu, mana boleh polisi libur. Kamu kira kejahatan ada liburnya" Aku hanya mentertawakan kebodohanku. Cengengesan seperti biasanya.

hobby yang tak tertahankan ketika stress :

MENCABUT RAMBUT ya, tolong jangan bilang aku aneh. Sudah banyak yang berkata begitu soalnya. Tapi sungguh mencabuti rambut-rambut kasar yang ada di kepala adalah salat satu cara menenangkan ketika aku merasa overthinking atau ketika merasa beban terlalu berat Ya, efeknya jelas terasa Aku merasa lebih rileks setelah mencabuti satu-satu Sangat menyenangkan rasanya, sangat mengasyikkan Kadang aku berhenti ketika sudah sangat mengantuk, tak sadar sudah begitu banyak rambut yang kucabut. Seperti sekarang. Ah sudahlah. Aku harus tidur.

berlari mengejar busway

Pukul sepuluh pagi tadi aku diantarkan oleh Kak Lina ke gerbang kampus depan Hotel Mona Setelah mengucapkan terimakasih, aku berjalan santai Tiba-tiba saja Trans Metro Pekanbaru (TMP) melewati kampusku, padahal masih 200 meter lagi menuju halte Aku segera berlari Meski tidak begitu cepat, namun aku sungguh bergegas, jika aku ketinggalan bus, maka aku harus menunggu 15 menit lagi. Aku tidak bisa berdiam diri begitu lama di halte karna waktuku yang terbatas. Beruntungnya aku, kondektur masih berdiri di depan pintu, menungguku Ah baik sekali.. Aku sangat senang bisa merasakan kebaikan-kebaikan manusia... Sungguh anugerah. Ps : jika kau ingin tau siapa kak Lina, dia adalah Menkeu BEM UR

Lagu Sedih

Ada lagu yang begitu sedih Nyaris membuatku meneteskan air mata Aku tak tau siapa penyanyinya Baru kali ini kudengar Tidak, bukan seperti isi hatiku Liriknya menceritakan tentang kekasih yang telah berubah, kukira mereka LDR Ada yang menangis karna pertemuan yang telah lama dinanti Bahagia karna akhirnya berjumpa namun hati terasa hampa Aku belum pernah merasakan patah hati seperti itu Tidak sedrama itu Semoga tidak akan pernah.