Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label #TanggapAnne

DILAN 1990 Review : 6/10

Akhirnya, DILAN 1990 tayang di bioskop ! Sudahkah kau menonton filmnya ? Bagaimana menurutmu ? Aku menonton Dilan 1990 di hari pertama Februari , satu pekan setelah tayang 25 Januari lalu. Penuh perjuangan dan demi-demi yang tidak  akan kuceritakan tersebab pendahuluan kali ini tidak sepanjang biasanya dan yang akan kubahas adalah Iqbaal sebagai Dilan (melanjutkan tulisanku tentangnya di  sini ),  chemistry  antara Iqbal dan Vanesha sebagai pemeran Dilan dan Milea, kesesuaian dengan novelnya, serta berbagai komentar yang mungkin akan sangat subjektif. (AKAN-SANGAT-SUBJEKTIF). --- DUH CAKEP BANGET GASIIII ? Pertama mungkin akan kukomentari filmnya terlebih dahulu. Awalnya aku terganggu karena begitu banyak iklan yang cukup menyita waktuku. Mungkin akan berbeda ketika kalian menonton (atau sama?). Namun kekesalan ini menjadi sedikit menghilang ketika melihat wajah Iqbaal dengan senyuman manis meminta maaf tidak bisa hadir ikut menonton bersama karena...

Sudah Nonton Trailer Dilan 1990 ? #5 ON TRENDING

Sudah nonton Trailer Dilan 1990 ? 4 Hari belakangan ini dunia per-Dilan-an kembali ramai. Akhirnya yang ditunggu-tunggu,  trailer Dilan 1990 diunggah oleh YouTube channel Falcon Pictures. Sejak diupload 13 Desember lalu hingga ditulisnya #TanggapAnne ini, video berdurasi 2.11 menit ini sudah ditonton sebanyak  2.740.443 kali dan di posisi #5 ON TRENDING ! Kurang keren apalagi coba ? Begitu luar biasa sambutan untuk Dilan 1990. Banyak komentar positif, berbagai pujian untuk Dilan 1990 dan rasa tidak sabar untuk segera menonton film ini. Namun meskipun demikian tidak sedikit pula yang memberi komentar kurang baik. Aku tidak akan membahas disini, silahkan cari tahu sendiri ya ! - Sebagai penggemar berat Dilan, tentu aku memiliki pandangan dan komentar tersendiri terkait trailer ini. Namun sebelum masuk pada trailer Dilan secara umum, bagaimana kalau kukomentari Iqbal dulu ? HEHE. Untukmu yang belum pernah membaca tulisanku terkait Iqbal yang "dijadikan" Di...

Iqbal CJR jadi Dilan ! Gimana menurutmu ?

" Iya, terimakasih atas perhatiannya dan saya mengerti mengapa ada yang tidak setuju Iqbal. Tapi mudah2an ini tidak salah pilih. Jadi saya harus bilang sekarang mari kita tunggu dan lihat nanti, " kata Pidi Baiq lewat akun Instagramnya, Selasa (18/7) Ayah Pidi, dan Dilan ( via style.tribunnews.com ) Dua hari belakangan ini dunia per-Dilan-an digegerkan oleh pengumuman dari Falcon Pictures, rumah produksi yang segera akan menjadikan Dilan, tokoh fiksi dalam karangan berjudul serupa karangan Ayah Pidi Baiq menjadi sosok nyata 3 dimensi. Pasalnya setelah menunggu 1 tahun untuk merilis siapa pemeran Dilan, hasilnya sangat mengecewakan bagi Netizen. Loh memangnya kenapa ? Dilan, adalah remaja yang hidup di tahun 1990, selain siswa SMU dia adalah Panglima Tempur  dari geng motor di Bandung. Romantis, tapi tidak norak. Puitis, tapi tidak lebay. Misterius, tapi tidak bikin ketakutan. Punya cara sendiri untuk mengungkapkan kasih sayang. Punya cara sendiri untuk membu...

#prayforgarut dan rupa manusia

29 September 2016 Hari yang cerah untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat. Penggalangan dana untuk bencana misalnya Pasti kau sudah tahu berita tentang banjir bandang di Garut bukan ? Ah yang benar saja kau tidak tahu ? Astaga tinggal di goa bagian mana engkau...... Dua hari berturut-turut Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Riau (BEM UR) melakukan penggalangan dana untuk bencana ini. Aku tak bisa ikut hari Rabu, jadilah hari ini aku beserta 20 orang Garda Inspirasi turun ke jalan, bukan demonstrasi ya... Sebelumnya aku tidak pernah ikut serta dalam penggalangan dana. Dulu pernah membagi-bagikan masker saat Riau sedang diliputi kabut asap. Jelas sangat berbeda, jika saat itu aku memberikan bantuan kepada pengguna jalan, kali ini aku meminta sumbangan mereka untuk korban banjir. Lelah ? Sudah pasti. Muka berdebu ? Jangan ditanya. Tapi bukan itu yang penting. Sini kuceritakan "Pak, Bu, mohon sumbangannya" Sambil memegang kotak dengan tempelan #prayforgarut di ...

Ré : menghormati orang lain di depan kelas

Bagaimana rasanya saat kau berdiri di depan tapi tidak ada yang memperhatikan ? Tak peduli apakah yang kau sampaikan sesuatu yang berguna untuk mereka Bagaimana perasaanmu ? Kita, siswa pun mahasiswa terlalu sering meremehkan guru dan dosen yang sedang bediri di depan kelas. Kita mengobrol, mendengarkan musik, sibuk memegang hp, update di setiap sosial media yang kita punya. Coba bayangkan jika kita yang berdiri di depan, memberikan ilmu kepada orang lain yang bahkan tak perlu repot-repot untuk mendengarkan. Bukan berarti aku adalah siswa yang rajin belajar, selalu mendengarkan saat ada yang berdiri di depan. Aku bukan mahasiswa seperti itu. Aku masih suka mendengarkan musik. Suka membaca novel. Suka memegang smart phone selama jam kuliah. Tapi tidak dengan mengobrol Bukan berarti aku tidak pernah mengobrol. Maksudku mengobrol disini adalah ketika kau merasa kau sangat penting, ketika kau merasa bahasanmu sangat menarik sehingga kau tidak merasa ...

Roti Jala

Aku pertama kali mendengar namanya dari Mantan pacarku yang ayahnya orang Pekanbaru, setahun lalu saat aku masih baru-baru merantau dan belum banyak mengenal bumi melayu ini. Enak katanya, kuiyakan saja. Karna memang pada dasarnya semua kuliner nusantara nikmat dan memiliki ciri khas tersendiri. Kebetulan teman kampusku baru membuka usaha roti jala. Aku tak tau apakah ia yang membuat sendiri atau orangtuanya. Tapi sepertinya enak. Akupun penasaran. Jadilah kupesan rasa original. Tadi siang aku datang ke kelasnya, karna memang kami beda jurusan. Alangkah baiknya ia memberiku bonus roti jala rainbow, lumayan gratisan untuk anak kos. Ah ya, sekedar info roti jala adalah makanan khas riau, tepatnya Tanjung Pinang. Tapi dari sumber yang kubaca roti ini berasal dari India. Kau bisa memastikannya sendiri di google. Jangan tanya resepnya. Aku bahkan baru sekali melihatnya. Roti yang kumakan kali ini lembut sekali, sepintas kau kan mengira ini dadar gulung jika tak melihat ada luban...

Blogku Dikritik !

Seorang sahabat berkata padaku "Ne, blogmu sampah sekali, tidak semua orang ingin membaca cerita-cerita yang kau tulis. Lebih baik diisi dengan laporan praktikum atau tugas kuliah. Catatan prestasimu yang memotivasi, atau puisi-puisi cinta saat dulu SMA" Tunggu. Sampah katanya ? Inginku berkata kasar saat itu. Memangnya dia siapa merasa berhak mengomentari apa yang seharusnya ku bagi di blog ku ? Toh aku hanya menulis untuk kebahagiaanku saja, Aku bahkan sesering mungkin mengganti alamat blogku agar tak banyak yang bisa membacanya.. Tapi, karna aku sudah cukup dewasa sekarang, rasanya sangat egois jika aku tak mendengarkan saran dan kritikan orang lain. Baiklah, akan ku bahas satu persatu. 1. Blog-ku sampah karna menurutnya tidak semua orang ingin membaca ceritaku Baiklah, bukan salahnya kok. Mungkin menurutnya cerita-cerita yang kutulis tak cukup menarik orang lain agar membaca tulisan-tulisanku. Lalu ? Toh aku menulis bukan untuk memenuhi ...