Langsung ke konten utama

Aku dan Dia yang Sangat Tertarik dengan Iklim

Dia jelas jenius
Aku tahu.
Tapi tentu bukan hanya karna itu saja aku jatuh cinta
Dia adalah seorang yang entah, aku tak tau bagaimana cara menjelaskannya
Dia sangat tertarik dengan perubahan iklim, dia sangat suka
Dia bisa memberikan aku penjelasan panjang lebar tentang apa-apa yang ia ketahui
Dan aku, selalu tertarik untuk mendengar ia bicara
Aku suka melihat matanya yang tajam, fokus pada ucapan
Aku suka mendengar intonasinya
Aku suka pilihan katanya
Aku suka bagaimaba ia melirik ke arahku, yang jelas menatapnya dengan pandangan kagum
Bahkan aku suka saat ia bertanya
"Kamu tau kan arti dari ..."
di saat ia merasa pilihan katanya terlalu sulit, atau sebuah istilah yang belum tentu kupahami
Meski saat itu aku langsung memberengut kesal, merasa sangat bodoh.
Kami bisa berdebat, yang seharusnya dimenangkan olehnya
tapi entah bagaimana, aku lah yang selalu menjadi jawara.
Mungkin karna keakuanku yang begitu besar, karna perempuan tak pernah salah, atau dia yang memang selalu mengalah.
Aku sangat bahagia melihat ia menjalani sesuatu yang ia suka
Aku turut senang dengan apa yang ia tekuni saat ini
Dia adalah seseorang yang entah bagaimana selalu buatku bertanya
Dia adalah anugerah
Yang rasanya terlalu egois untuk kumiliki sendiri
Meski enggan berbagi
Tapi aku harus segera pergi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sederhana.

Aku ingin dicintai dengan sederhana Selembut yang kau bisa Tak perlu berikrar Aku bukan bocah yang percaya pada rayuan Aku ingin dicintai dengan sederhana Yang buatku jatuh cinta dan lupa semesta Aku ingin dicintai dengan sederhana Sungguh, sederhana saja.

30 detik terlama

Aku merasa lega ketika akhirnya turun dari bis yang ramai sekali. Entah kenapa aku harus berbarengan dengan anak-anak sekolah yang entah dari mana asalnya. Untungnya di halte transit sudah ada bus yang menunggu. Melangkah turun, menunggu giliran. Aku cukup bersabar. Meski takut kalau-kalau tertinggal bus ke arah Panam. Di tangga. Aku menanti kondektur memeriksa karcisku. Lalu aku melihatmu. Kau berdiri dengan santai. Mengamati semua yang lewat. Seperti kenal, kataku dalam hati. Ternyata memang itu kamu. Aku bingung harus bagaimana. Ingin memanggil namamu, tapi ramai sekali. Jika aku berteriak, semua orang akan melihatku. Jika berbisik kau pasti tak akan mendengar. Jadi kutatap saja engkau. Kutunggu kau menatapku balik. Hampir 30 detik sudah. Kau seakan belum menyadari keberadaanku Aku masih sabar Akhirnya, kau balik melihatku Engkau seperti kaget Aku hanya tertawa Mengayunkan karcisku, dan berkata " Aku duluan Bal" Berjalan terus. Menahan tawa T...

Dikejar Monyet

Aku akan berkisah tentang pengalaman yang sangat luar biasa Yang kualami sendiri Hari ini, aku ada rapat di sekre BEM Universitas Riau. Persiapan acara nasional di bulan Maret nanti Dan kebetulan aku adalah CO Acara Seperti biasa, aku berjalan kaki dari kos Melewati jalanan kampus yang sepi Seharusnya aku sudah memposting sebuah tulisan yang kubuat hari Kamis lalu, tapi aku lupa Tentang monyet Namun tenang saja, ketika aku menulis kisah ini postingan itu sudah bisa kau baca Mungkin ini adalah teguran dari Allah Aku begitu sombong Kau boleh membacanya di sini Hari ini aku diberi sebuah pengalaman yang sangat luar biasa Entahlah bagaimana caranya menceritakan Tapi kau harus baca jika ingin tau Kembali lagi ke cerita hari ini Jika kau sudah membaca postinganku sebelumnya kau pasti sudah tau bahwa ada sebuah jalan yang harus dilewati jika ingin ke sekre, dan orang-orang yang lewat di jalanan tersebut sering melihat monyet, bahkan dikejar. Nah, sebagaimana yang kutul...