Langsung ke konten utama

Aku lelah menjadi Kakak.

Aku ingin juga selalu dilindungi, selalu diperhatikan, selaku diutamakan. Aku ingin juga disayang sepenuh hati.

Aku lelah menjadi Kakak yang harus selalu mengalah, yang harus meredam ego, yang harus selalu mengorbankan kepentingan pribadi.

Aku ingin menjadi egois, memberikan tempat pada diriku untuk selalu menang, untuk memenuhi semua ego-ego yang selama ini harus aku kesampingkan.

Aku lelah menjadi Kakak, aku ingin disayang dan dilindungi, aku ingin dipeluk setiap hari. Aku lelah menjadi Kakak, yang harus selalu bertahan untuk kuat, yang selalu harus memendam dan menyimpan semua hal sendiri dalam diam.

Aku ingin disayangi lebih dari ini, aku ingin dipuji, aku ingin dikasihi lebih dari ini.

Aku ingin menjadi lemah, aku ingin bersikap sesuka hati, aku ingin tidak harus selalu bertanggung jawab atas apapun yang aku lakukan dan aku pilih.

Aku lelah menjadi Kakak, aku lelah menyimpan air mata untuk kemudian menangis sendirian. Aku lelah menjadi kuat, aku lelah tidak diperhatikan.

Aku lelah menjadi Kakak. Aku lelah sendirian. Aku tak ingin terus menjadi Kakak.

Apakah aku begitu egois menginginkan demikian?

18.34

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sederhana.

Aku ingin dicintai dengan sederhana Selembut yang kau bisa Tak perlu berikrar Aku bukan bocah yang percaya pada rayuan Aku ingin dicintai dengan sederhana Yang buatku jatuh cinta dan lupa semesta Aku ingin dicintai dengan sederhana Sungguh, sederhana saja.

30 detik terlama

Aku merasa lega ketika akhirnya turun dari bis yang ramai sekali. Entah kenapa aku harus berbarengan dengan anak-anak sekolah yang entah dari mana asalnya. Untungnya di halte transit sudah ada bus yang menunggu. Melangkah turun, menunggu giliran. Aku cukup bersabar. Meski takut kalau-kalau tertinggal bus ke arah Panam. Di tangga. Aku menanti kondektur memeriksa karcisku. Lalu aku melihatmu. Kau berdiri dengan santai. Mengamati semua yang lewat. Seperti kenal, kataku dalam hati. Ternyata memang itu kamu. Aku bingung harus bagaimana. Ingin memanggil namamu, tapi ramai sekali. Jika aku berteriak, semua orang akan melihatku. Jika berbisik kau pasti tak akan mendengar. Jadi kutatap saja engkau. Kutunggu kau menatapku balik. Hampir 30 detik sudah. Kau seakan belum menyadari keberadaanku Aku masih sabar Akhirnya, kau balik melihatku Engkau seperti kaget Aku hanya tertawa Mengayunkan karcisku, dan berkata " Aku duluan Bal" Berjalan terus. Menahan tawa T...

Dikejar Monyet

Aku akan berkisah tentang pengalaman yang sangat luar biasa Yang kualami sendiri Hari ini, aku ada rapat di sekre BEM Universitas Riau. Persiapan acara nasional di bulan Maret nanti Dan kebetulan aku adalah CO Acara Seperti biasa, aku berjalan kaki dari kos Melewati jalanan kampus yang sepi Seharusnya aku sudah memposting sebuah tulisan yang kubuat hari Kamis lalu, tapi aku lupa Tentang monyet Namun tenang saja, ketika aku menulis kisah ini postingan itu sudah bisa kau baca Mungkin ini adalah teguran dari Allah Aku begitu sombong Kau boleh membacanya di sini Hari ini aku diberi sebuah pengalaman yang sangat luar biasa Entahlah bagaimana caranya menceritakan Tapi kau harus baca jika ingin tau Kembali lagi ke cerita hari ini Jika kau sudah membaca postinganku sebelumnya kau pasti sudah tau bahwa ada sebuah jalan yang harus dilewati jika ingin ke sekre, dan orang-orang yang lewat di jalanan tersebut sering melihat monyet, bahkan dikejar. Nah, sebagaimana yang kutul...