Langsung ke konten utama

Postingan

Drama sebelum tidur.

Kalau sudah kesulitan tidur begini, rasanya aku ingin menikah sekarang juga. Biar ada temen tidur gitu beb. Tidak perlu takut mimpi buruk, ada seseorang di sebelahku. Tidak perlu merasa takut pada hantu-hantu yang muncul saat kupejam mata, ada yang memeluk Dan menenangkanku. Tidak perlu takut terbangun, ada seseorang yang akan menemaniku, sampai aku kembali lelap. Tidak perlu segala macam ritual sebelum tidur (seperti yang kulakukan saat ini), cukup digenggam tanganku. Tidak perlu takut kedinginan. Ada yang mendekapku. Perkara mimpi buruk ini memang menyiksaku. Tapi yapulak menikah cuma karna ini saja ? Halah drama.

Pertanyaan.

Aku hanya penasaran Apakah kecewa-kecewa yang kutelan ini baik untukku? Apakah menyalahkan diri sendiri atas ketidaksesuaian realita dengan harapan yang kuuntai sungguh baik untuk hatiku ? Aku takut, terlalu mudah memaafkan orang lain dan terbiasa menghakimi diri sendiri menjadi sifat yang melekat padaku. Apakah benar, bersabar tidak akan membuatku dijatuhkan? Aku masih belajar, tidak banyak yang kutahu 

Kuliah Kerja Nyata Universitas Riau 2018

Dua pekan berlalu. Sampai saat ini aku masih biasa-biasa saja. Untuk itu ada baiknya kuceritakan saja cerita dua bulan penuh makna, dua bulan drama dengan manusia-manusia luar biasa. Kuliah Kerja Nyata judulnya. Judul yang boleh jadi berubah di akhir cerita. Baiklah kumulai saja kisahnya. Logo ! ___ Tim ini terbentuk sejak Januari lalu. Sudah lama sekali. Berbeda dengan KKN Reguler yang pendaftarannya dimulai sejak semester genap 2017/2018, pengumuman pembentukan Tim KKN Tematik dijadwalkan selesai sebelum akhir semester ganjil. 6/10 (awalnya : Aku; Geliska; Nada; Fany; Fadhel; Budi) dari kami adalah alumni JSP ( baca di sini ). Sisanya merupakan tim rekrutan oleh Fadhel (Diyah & Zaki), Rizki (Nada), Adi (Geliska). Sebagai manusia yang tidak sulit bergaul dan berteman, buatku tak soal. Selanjutnya bisa kau tebak, kami bertemu lalu mencari desa kemudian merancang program kerja dan ya jadilah ia sebuah Tim KKN TEMATIK Desa Sungai Ara, Kec. Kempas, Kab. Indragiri Hil...

Aku dan 21 tahunku : sebuah ucapan

Aku selalu menantikan hari dimana aku berusia 21 tahun. Oke baiklah, aku memang tak sabaran menunggu pertambahan usiaku. Setiap tahun. Selalu. Sore hari, menjelang magrib ibuku--Mama sudah berada di Polindes (Pondok Bersalin Desa) Gando. Jangan tanya dimana, aku tak dapat menjamin apakah bisa kau temui di peta. Hari itu resepsi pernikahan Kakak pertama Papaku, dan aku mendadak ingin melihat dunia. Tidak peduli betapa hingar bingar di rumah nenekku sore itu, tidak peduli betapa repotnya seluruh anggota keluarga, aku tetap menggeliat di perut Mama, memaksa keluar. 14 Juli 1997 pukul 18.00 WIB aku lahir dari rahim perempuan terhebat seluruh dunia. Perempuan serba bisa, perempuan tersayang, perempuan terkasih, perempuan yang menjadi sumber inspirasi dalam hidupku. Aku tau Mama dan Papa pasti berbahagia atas kelahiranku. Iyadong! Anak pertama lho!!!! 21 tahun : legal age; dewasa; bebas; tanggung jawab. Hari ini, 14 Juli 2018. 21 tahun usiaku. Sudah cukup dewasa,...

Michiko menikah ! #MichiEgaAkhirnya

Dominan. Jawaban yang akan aku berikan jika diminta untuk mendeskripsikan Michiko dalam satu kata. Sifat yang sudah kulekatkan untuknya sejak jumpa kali pertama. Aku sudah lama mengenalnya. Bukan mengenal dalam artian saling sapa tentu saja, maksudku aku mengenalnya dari media sosial. Aku lupa persisnya kapan mulai menjadi stalker setia Michiko, yang pasti aku selalu mengagumi setiap unggahan di akun Instagramnya. Aku membaca semua tulisan di blog pribadinya, membuatku terasa "mengenal" dan "akrab". Michiko adalah salah satu sosok inspiratif, terlepas dari dia adalah manusia biasa (yang tidak sempurna), aku menjadikannya salah seorang panutan. Aku mengikuti kiprahnya sebagai Duta Lingkungan pertama Kota Pekanbaru. Akupun membaca semua ceritanya saat menjadi Azoty ke New Zealand (silahkan cari #DiaryMichi di Instagram), hingga menjadi Top 4 Mahasiswa Berprestasi UR 2017. Saat itu cukup bagiku mengaguminya dari jauh saja, cukuplah mendoakannya dalam diam (eh?). T...