Langsung ke konten utama

Postingan

Ini Lima Cara Bertanggung Jawab terhadap Sampah yang Kamu Hasilkan!

Salah satu hal yang membebaniku dalam masalah sampah di Indonesia adalah banyaknya Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang makin hari sampahnya kian menggunung. Termasuk TPA di kotaku, TPA Muara Fajar 2 Pekanbaru. Usianya menuju tiga tahun, tetapi lima hektar seakan kurang, butuh penambahan lahan lagi. Apakah perencanaan yang kurang matang atau manajemen yang kurang baik? Entahlah, aku tidak mengerti. Aku dan TPA Muara Fajar, Oktober 2019. Tahun pertama beroperasi. Keadaan ini miris sekali. Kucari-cari celah, benarkah ini kesalahan Pemerintah? Mungkin iya. Akan tetapi aku mengerti bahwa kita, masyarakat, memiliki peranan besar terhadap jumlah sampah yang masuk ke TPA. Di Pekanbaru misalnya, sekitar 700 – 800 ton sampah/hari masuk ke TPA Muara Fajar. Padahal sebenarnya jumlah ini bisa dikurangi melalui berbagai upaya pengurangan sampah. Akan tetapi, faktanya saat ini pengurangan sampah masih sedikit dilakukan. Menurut data dari SIPSN, pengurangan sampah di Pekanbaru pada tahun 2020 hanya...

Tentang hidup yang tidak pernah kita menangkan.

Boleh jadi, begitu banyak kegagalan, ketidakpuasan, kekesalan, amarah, sedih, kecewa, dan segala rasa lain yang memenuhi kepala. Tentang mimpi yang tak kunjung jadi nyata, harapan yang sirna atau penantian yang sia-sia. Katanya, hidup adalah perjuangan sampai mati. Katanya, hidup adalah pertempuran, perkara menjadi pemenang. Namun, bagaimana bila hidup ini adalah soal kekalahan? Bagaimana bila hidup ini adalah soal pasrah, berserah, menerima, mengaku lemah? Mungkin benar, hidup adalah pertarungan. Akan tetapi, ada banyak hal dalam hidup yang tak kan pernah kita menangkan. Pekanbaru, 4-3-21 Anne.

Tidak perlu dibaca.

 Bagaimana caranya berdamai dengan perasaan gelisah? Merasa tidak aman. Takut untuk ditinggalkan. Bagaimana caranya berhenti merasa tidak cukup? Aneh, aneh sekali. Betapa bisa aku berubah, hancur, patah, tidak percaya diri. Apakah benar aku tidak cukup? Apakah aku memang banyak kurangnya? Ingin marah, begitu kesal hingga mual. Menangis tidak menyelesaikan apapun, tetapi masih juga air mataku jatuh tanpa ampun. Sesak napas, sesak di dada. Ini  masih pukul sembilan, ingin tidur tetapi terlalu awal. Takut aku terbangun karena mimpi buruk.

Duta Bahasa: tentang mimpi dan mengalahkan diri sendiri.

  Sejujurnya bingung memulai dari mana. Ini akan jadi cerita yang paling sulit untuk dijabarkan. Betapa hatiku dipenuhi gelembung haru, sendu, bahagia, dan suka cita dijadikan satu. Ini adalah cerita yang sudah lama ingin aku tuliskan. Cerita yang sudah lama aku damba untuk diwujudkan. Cerita yang bahkan sampai saat merangkai kata ini masih sulit kupercaya sudah terjadi. Ini adalah cerita tentang mimpi yang jadi kenyataan. Bismillah... --- Membaca dan menulis adalah juara hatiku. Bila ditanya apa hal yang paling kusukai di dunia ini, maka jawaban pertama yang muncul di kepalaku adalah membaca. Sedari bisa mengeja saat Taman Kanak-kanak (TK), aku sudah jatuh cinta pada kata-kata. Jatuh cinta pada hal baru yang kutemukan saat membaca, jatuh cinta pada setiap keajaiban yang hadir ketika aku mulai memahami bahwa sebuah kata bisa begitu bermakna. Aku ingat sekali proses mengenalnya: latihan mengeja bersama Mama, a-i-u-e-o, ba-bi-bu-be-bo, dan seterusnya. Ah akan panjang sekali b...

Sebuah Catatan untuk Duta Bahasa Riau 2020.

Assalamualaikum teman-teman, adik-adik Duta Bahasa Riau 2020. Malam kemarin kita tengah riuh, berdebar, haru, suka-cita bersama. Akhirnya, setelah sekian hari mempersiapkan banyak hal, belajar, latihan, sampai juga kita pada malam puncak. Teman-temanku semua... Ada banyak yang ingin Anne sampaikan, semoga tidak membuat teman-teman lelah membaca sehingga hanya berfokus pada paragraf pembuka dan penutup saja. Ini akan panjang, mohon dibaca dengan sesungguh hati.. Bismillah... Yang pertama, tentang harapan dan ekspektasi. Dalam setiap kompetisi adalah suatu kewajaran bila ingin menjadi pemenang. Akan tetapi penting sekali bagi kita untuk menata hati dalam menaruh ekspektasi. Boleh jadi ada yang mengekspektasikan dirinya untuk masuk 10 besar, 5 besar, favorit dan persahabatan atau menjadi Pemenang 1, 2, 3. Namun ternyata tidak sesuai yang diimpikan. Jangankan dapat, mendekati pun tidak. Atau boleh jadi pula ada yang tidak menaruh ekspektasi apapun, ternyata berhasil meraih posisi yang tida...