Langsung ke konten utama

Keajaiban Berbagi



Mungkin kau saat ini adalah orang yang tidak memiliki banyak teman.
Mungkin kau memang tak pandai menegur sapa atau sekedar berbasa basi pada tetangga
Mungkin kau ingin bercerita dengan orang-orang yang kau temui di angkutan, tapi tak tau harus berkata apa.
Jika kau benar-benar ingin berteman dengan orang lain, tapi tak tau harus bagaimana, maka ikuti saranku..

Berbagilah...

Percayalah padaku.
Kau harus berbagi.

Aku menyadari hal ini beberapa hari lalu.
Adik bungsuku, Rahid baru kali ini pulang ke kampung--Aku sudah bilang belum kakekku meninggal ?-- dan baru kali ini ia bertemu dengan sepupu-sepupu.
Salah satunya Hatta.

Umurnya dua tahun, hanya beda delapan bulan dengan Rahid.
Namanya juga balita, malu-malu dan betah di pangkuan ibu.
Rahid dan Hatta juga begitu.

Tapi tahukah kalian, mereka akhirnya menjadi akrab setelah Hatta memberikan Rahid botol Tupperware miliknya karna Rahid terus memandang pada Hatta yang sedang minum.
Mereka akhirnya bermain bersama.
Perkenalan yang baik berawal dari berbagi. Itu yang kudapat.
Jika anak kecil saja bisa demikian, bagaimana denganmu ?

Terkadang kita enggan berbagi
Merasa segan
Merasa sombong
Bahkan ada diantara kita yang mungkin malu untuk berbagi
Berbagilah sayang
Bahkan jika itu adalah orang tak kau kenal yang kau temui di angkutan umum
Berbagilah sayang,
Banyak pintu rezeki disana.
Rezeki bukan hanya soal uang bukan ?
Memiliki teman baru yang baik juga rezeki yang wajib kau syukuri.
Berbagilah sayang
Mungkin jodohmu menunggumu untuk berbagi
Berbagi waktu untuknya mungkin.
Berbagilah sayang, mungkin dengan berbagi bisa kau temui bahagia di sana

Anne❤

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sederhana.

Aku ingin dicintai dengan sederhana Selembut yang kau bisa Tak perlu berikrar Aku bukan bocah yang percaya pada rayuan Aku ingin dicintai dengan sederhana Yang buatku jatuh cinta dan lupa semesta Aku ingin dicintai dengan sederhana Sungguh, sederhana saja.

Dikejar Monyet

Aku akan berkisah tentang pengalaman yang sangat luar biasa Yang kualami sendiri Hari ini, aku ada rapat di sekre BEM Universitas Riau. Persiapan acara nasional di bulan Maret nanti Dan kebetulan aku adalah CO Acara Seperti biasa, aku berjalan kaki dari kos Melewati jalanan kampus yang sepi Seharusnya aku sudah memposting sebuah tulisan yang kubuat hari Kamis lalu, tapi aku lupa Tentang monyet Namun tenang saja, ketika aku menulis kisah ini postingan itu sudah bisa kau baca Mungkin ini adalah teguran dari Allah Aku begitu sombong Kau boleh membacanya di sini Hari ini aku diberi sebuah pengalaman yang sangat luar biasa Entahlah bagaimana caranya menceritakan Tapi kau harus baca jika ingin tau Kembali lagi ke cerita hari ini Jika kau sudah membaca postinganku sebelumnya kau pasti sudah tau bahwa ada sebuah jalan yang harus dilewati jika ingin ke sekre, dan orang-orang yang lewat di jalanan tersebut sering melihat monyet, bahkan dikejar. Nah, sebagaimana yang kutul...

Lebaran Monyet

Aku lupa saat itu kami membahas apa. Entah sesuatu yang kujanjikan, atau yang benar-benar ia harapkan Tapi satu yang jelas kuketik di whatsapp adalah "Tunggu saja sampai lebaran monyet" Kau pasti pernah mendengar kan ungkapan tersebut ? Banyak ungkapan sejenis seperti "Tunggu saja sampai bulan jadi dua" atau "Tunggu saja sampai Eminem ngeluarin album religi" atau  "Tunggu saja sampai Justin Bieber duet bareng Opick nyanyiin lagu dangdut" Ya sebuah ungkapan yang menyatakan bahwa hal tersebut tidak akan terjadi. Kalaupun terjadi, hanya sedikit kemungkinannya atau bahkan akan menunggu sangat lama Menanggapi lebaran monyet tersebut bukan lah kesal atau protes darinya yang kudapat Melainkan sebuah foto yang membuatku tertawa terbahak-bahak Lebaran Monyet " Itu lagi lebaranan" Balasnya. Aduh ingin sekali kupeluk ia saat itu juga Menggemaskan sekali