Langsung ke konten utama

Teman Baru : Kak Siska

Setiap acara pasti membawamu pada teman baru.
Dan aku selalu menunggu seseorang yang bisa dijadikan teman, ya minimal untuk mengobrol atau diskusi selama ishoma.
Kali ini kan ku ceritakan sosok perempuan yang luar biasa.
Kami bertemu di ajang pemilihan Duta Genre Riau 2016, sama-sama lolos tes seleksi 50 besar.
Ayu Siska Anggraini namanya.
Salah satu anak gadis hebat yang kutemui.
Dia satu tahun di atasku, satu almamater, dengan jurusan Hubungan Internasional.
Cantik sudah pasti.
Anak debate pula
Jangan tanya wawasannya
Kau bisa minder sendiri.
Diskusi dengannya membuka cakrawala sendiri. Banyak ilmu baru. Banyak sekali.
Yang kami bahas tak kunjung habis  kau tak perlu tau karna mungkin kau tak kan mengerti apa yang kami perbincangkan
Aku suka sekali, ketika lawan bicaraku bisa membuatku merasa tidak paling pintar.
Kak Siska membuatku sadar, banyak ilmu dan informasi yang kuabaikan.
Tapi satu yang menarik
Cita-citanya
Ia bercita-cita menjadi seorang istri presiden.
Cita-cita mulia yang hanya bisa diimpikan oleh perempuan yang lebih dari sekedar luar biasa.
Yah, perempuan harus bisa bermimpi besar.
Bagaimana denganmu ?

Ps : ah ya, kak siska lolos 10 besar finalis, dan aku belum hehe

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sederhana.

Aku ingin dicintai dengan sederhana Selembut yang kau bisa Tak perlu berikrar Aku bukan bocah yang percaya pada rayuan Aku ingin dicintai dengan sederhana Yang buatku jatuh cinta dan lupa semesta Aku ingin dicintai dengan sederhana Sungguh, sederhana saja.

30 detik terlama

Aku merasa lega ketika akhirnya turun dari bis yang ramai sekali. Entah kenapa aku harus berbarengan dengan anak-anak sekolah yang entah dari mana asalnya. Untungnya di halte transit sudah ada bus yang menunggu. Melangkah turun, menunggu giliran. Aku cukup bersabar. Meski takut kalau-kalau tertinggal bus ke arah Panam. Di tangga. Aku menanti kondektur memeriksa karcisku. Lalu aku melihatmu. Kau berdiri dengan santai. Mengamati semua yang lewat. Seperti kenal, kataku dalam hati. Ternyata memang itu kamu. Aku bingung harus bagaimana. Ingin memanggil namamu, tapi ramai sekali. Jika aku berteriak, semua orang akan melihatku. Jika berbisik kau pasti tak akan mendengar. Jadi kutatap saja engkau. Kutunggu kau menatapku balik. Hampir 30 detik sudah. Kau seakan belum menyadari keberadaanku Aku masih sabar Akhirnya, kau balik melihatku Engkau seperti kaget Aku hanya tertawa Mengayunkan karcisku, dan berkata " Aku duluan Bal" Berjalan terus. Menahan tawa T...

Dikejar Monyet

Aku akan berkisah tentang pengalaman yang sangat luar biasa Yang kualami sendiri Hari ini, aku ada rapat di sekre BEM Universitas Riau. Persiapan acara nasional di bulan Maret nanti Dan kebetulan aku adalah CO Acara Seperti biasa, aku berjalan kaki dari kos Melewati jalanan kampus yang sepi Seharusnya aku sudah memposting sebuah tulisan yang kubuat hari Kamis lalu, tapi aku lupa Tentang monyet Namun tenang saja, ketika aku menulis kisah ini postingan itu sudah bisa kau baca Mungkin ini adalah teguran dari Allah Aku begitu sombong Kau boleh membacanya di sini Hari ini aku diberi sebuah pengalaman yang sangat luar biasa Entahlah bagaimana caranya menceritakan Tapi kau harus baca jika ingin tau Kembali lagi ke cerita hari ini Jika kau sudah membaca postinganku sebelumnya kau pasti sudah tau bahwa ada sebuah jalan yang harus dilewati jika ingin ke sekre, dan orang-orang yang lewat di jalanan tersebut sering melihat monyet, bahkan dikejar. Nah, sebagaimana yang kutul...