Langsung ke konten utama

Yang patut Disyukuri

Pacarku sudah pulang.
Setelah lebih satu bulan magang di Kota Padang, akhirnya dia datang.
Bukan berarti satu bulan kami tidak pernah bertemu, dua minggu lalu kami sempat menghabiskan tiga hari waktu bersama di kampungku.
Bukan lamaran.
Tapi karna kakekku meninggal.
Bukannya sudah kuceritakan ?
Pagi ini, setelah solat subuh aku dijemputnya
Diajaknya aku memburu mentari pagi
Aku sangat mencintai pagi
Heningnya
Sejuknya
Dia ?
Entah, sepertinya juga begitu
Karna aku selalu diajak ke tempat yang pagi nya selalu indah
Berbeda tempat, damai sama
Bukan tempat yang jauh, tak mesti
Bukan pula yang tinggi
Ah, nanti saja kuceritakan pagi-pagi kami
Pagi ini sedikit berbeda
Kami berjalan kaki
Kami memang suka jalan.
Eh, aku maksudnya
Aku sangat suka jalan kaki
Menelusuri  jalanan
Mengejar burung kecil
Ikuti cahaya matahari pagi
Aku tertawa
Bahagia
Tapi setelah kutemukan pundaknya
Saat kami duduk menghadap matahari
Aku menangis
Menangis sepelan mungkin
Terisak
Harus disyukuri
Memiliki seseorang
Memiliki dia
Dia
Adalah
Anugerah
Terimakasih Tuhan

Ps : setelah solat subuh itu..... hampir jam 6 WKWKWKW MAAP AKU SUKA NUNDA NUNDA SOLAT :(

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sederhana.

Aku ingin dicintai dengan sederhana Selembut yang kau bisa Tak perlu berikrar Aku bukan bocah yang percaya pada rayuan Aku ingin dicintai dengan sederhana Yang buatku jatuh cinta dan lupa semesta Aku ingin dicintai dengan sederhana Sungguh, sederhana saja.

30 detik terlama

Aku merasa lega ketika akhirnya turun dari bis yang ramai sekali. Entah kenapa aku harus berbarengan dengan anak-anak sekolah yang entah dari mana asalnya. Untungnya di halte transit sudah ada bus yang menunggu. Melangkah turun, menunggu giliran. Aku cukup bersabar. Meski takut kalau-kalau tertinggal bus ke arah Panam. Di tangga. Aku menanti kondektur memeriksa karcisku. Lalu aku melihatmu. Kau berdiri dengan santai. Mengamati semua yang lewat. Seperti kenal, kataku dalam hati. Ternyata memang itu kamu. Aku bingung harus bagaimana. Ingin memanggil namamu, tapi ramai sekali. Jika aku berteriak, semua orang akan melihatku. Jika berbisik kau pasti tak akan mendengar. Jadi kutatap saja engkau. Kutunggu kau menatapku balik. Hampir 30 detik sudah. Kau seakan belum menyadari keberadaanku Aku masih sabar Akhirnya, kau balik melihatku Engkau seperti kaget Aku hanya tertawa Mengayunkan karcisku, dan berkata " Aku duluan Bal" Berjalan terus. Menahan tawa T...

Dikejar Monyet

Aku akan berkisah tentang pengalaman yang sangat luar biasa Yang kualami sendiri Hari ini, aku ada rapat di sekre BEM Universitas Riau. Persiapan acara nasional di bulan Maret nanti Dan kebetulan aku adalah CO Acara Seperti biasa, aku berjalan kaki dari kos Melewati jalanan kampus yang sepi Seharusnya aku sudah memposting sebuah tulisan yang kubuat hari Kamis lalu, tapi aku lupa Tentang monyet Namun tenang saja, ketika aku menulis kisah ini postingan itu sudah bisa kau baca Mungkin ini adalah teguran dari Allah Aku begitu sombong Kau boleh membacanya di sini Hari ini aku diberi sebuah pengalaman yang sangat luar biasa Entahlah bagaimana caranya menceritakan Tapi kau harus baca jika ingin tau Kembali lagi ke cerita hari ini Jika kau sudah membaca postinganku sebelumnya kau pasti sudah tau bahwa ada sebuah jalan yang harus dilewati jika ingin ke sekre, dan orang-orang yang lewat di jalanan tersebut sering melihat monyet, bahkan dikejar. Nah, sebagaimana yang kutul...