Langsung ke konten utama

Koordinator

Selepas makan siang tadi aku ke Gedung Daerah Provinsi Riau yang terletak di kawasan Rumah Dinas Gubernur.
Datang ke sini bukan untuk main-main. Aku mengikuti rapat untuk membahas expo yang akan diadakan pada tanggal 8-10 Desember nanti dalam rangkaian acara Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) yang tahun ini Riau menjadi tuan rumah.
Bukan. Aku bukan petinggi atau anak muda hebat yang menjadi panitia inti sehingga perlu untuk hadir di rapat bersama KPK ini.
Pasalnya, aku dan 29 relawan muda Riau lainnya akan menjadi LO selama kegiatan ini berlangsung.
Sebagai panitia kecil, tentu kami memiliki seorang koordinator yang akan mengatur dan memberi arahan kepada kami.
Dan soal koordinator, ternyata koordinator kami adalah seseorang yang cukup ku kenal kiprahnya. Yah meski tidak di dunia nyata.
Beliau adalah seorang aktivis kampus.
Kritis.
Cerdas.
Berani.
Hebat sekali.
Tapi ternyata dia tak seperti yang kukira.
Dia tak sesangar imajiku
Tak seperti saat ia berorasi
Dia lebih santun
Sopan
Dan kelihatan lemah-lembut.
Ternyata memang benar,
Kita harus mengenal seseorang dulu sebelum menilainya.
Sekian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sederhana.

Aku ingin dicintai dengan sederhana Selembut yang kau bisa Tak perlu berikrar Aku bukan bocah yang percaya pada rayuan Aku ingin dicintai dengan sederhana Yang buatku jatuh cinta dan lupa semesta Aku ingin dicintai dengan sederhana Sungguh, sederhana saja.

AKR Pekanbaru 2017 : Orang-orang Yang Berproses

Pada akhirnya yang berjuang kan merasa bahagia saat kabar baik datang satu persatu : membayar semua letih dan air mata. Satu pekan belakangan ini adalah hari-hari sibuk tanpa jeda bagi kami, PIK M SEHATI. Akan diadakan sebuah lomba antar PIK se Kota Pekanbaru dan waktu tersisa kurang dari 7 hari. Ada tujuh buah perlombaan, Yel yel GenRe, Mars GenRe, LCC GenRe, Pensi GenRe, Mading 3D GenRe dan Pemilihan Duta GenRe Kota Pekanbaru yang keseluruhannya memerlukan persiapan yang cukup matang agar tampil maksimal. Dan waktu yang tidak cukup banyak itu seakan mengejar dan terus berpacu. Sesungguhnya tidak akan sulit untuk membagi menit, namun masalahnya sangat sulit untuk menyamakan jadwal, proses perkuliahan yang berbeda antar jurusan dan fakultas, tuntutan tugas, dan hal lain yang membuat kami menjadi harus mengorbankan satu dua hal. Dimulai pukul 17.00 wib dan berakhir pukul 22.00 wib, hari-hari terasa begitu panjang. Hari pertama latihan Aku masih jelas ingat hari Selas...

Pantai Ketapang, Pulau Rupat : Pantai Berpasir dengan Keunikan Ekosistem Mangrove

Pantai itu candu, ombak selalu merindu (Anne, 2017). Keindahan terkadang bersifat adiktif. Memicu candu untuk selalu bertemu. Adiktif pada manusia, maka selalu ingin melihat senyumnya. Adiktif pada suatu benda maka akan selalu menjaga : tidak ingin rusak ataupun hilang. Namun alangkah sempurna jika seluruh adiksi diberikan kepada pencipta, Allah SWT hingga semua aspek kehidupan menjadi berpusat kepadaNya dan hanya pada Allah lah candu itu tercipta. Mari berdoa agar kita bisa menjadi pengisi barisan orang-orang yang adiktif terhadap Penguasa Alam Raya. Amiin.. Bicara soal candu, aku jatuh cinta sejak kali pertama jumpa dengan pantai. Keindahan yang membuatku senantiasa mengulang ayat pada Surah Ar Rahman. Aku selalu mendamba untuk kembali ke pantai dengan langit biru, pasir yang berbisik mesra bersama ombak yang bergulung menepi : mencoba berbagi cerita tentang dunia sebelum menjadi buih. Pulau Pamutusan, Sumatera Barat adalah pantai pertama yang kukunjungi setelah hampir...