Langsung ke konten utama

14/03/2017 : Komik Bagus

Tidak ingin menyerah dengan suasana hati yang buruk. Aku berdiri.
Ketika tiba di rak peta kuambil peta Pekanbaru. Aku hanya ingin tahu, tidak cukup untuk membuatku tertarik. Kulipat lagi. Terus ku berjalan ke cerita anak-anak. Berharap ada dongen yang belum pernah kubaca. Kecewa aku, hampir semuanya Frozen. Kau harus tau, meski adik-adikku menggilai Elsa dan Anna, aku tidak ikut-ikutan.

Hatiku berdesir ketika melewati komik-komik.
Kulewati saja, namun ada yang menarik perhatianku.
Sebuah komik tentang Ibu, yang dengan bodohnya aku lupakan judulnya.

Komik ini bukanlah komik jepang yang epik
Karya pemuda Indonesia
Yang gambarnya biasa-biasa saja menurutku.
Tapi untukku tidak penting seperti apa gambarnya, yang paling penting adalah kisahnya.
Sungguh, itu adalah komik. Namun yang kulihat hanya tulisannya saja. Aku tidak melihat gambarnya. Ya aku memang tidak berbakat membaca komik.

Kisah yang bagus.
Sungguh-sungguh bagus.
Aku menangis selagi membaca. Bagaimana tidak ?
Mamaku jauh, aku rindu.

Kasih sayang ibu itu..
Tidak bisa terukur
Tidak ternilai
Tidak bisa digantikan
Tidak bisa diabaikan

Ibu adalah oksigen, bagaimana aku bisa hidup tanpanya ?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sederhana.

Aku ingin dicintai dengan sederhana Selembut yang kau bisa Tak perlu berikrar Aku bukan bocah yang percaya pada rayuan Aku ingin dicintai dengan sederhana Yang buatku jatuh cinta dan lupa semesta Aku ingin dicintai dengan sederhana Sungguh, sederhana saja.

30 detik terlama

Aku merasa lega ketika akhirnya turun dari bis yang ramai sekali. Entah kenapa aku harus berbarengan dengan anak-anak sekolah yang entah dari mana asalnya. Untungnya di halte transit sudah ada bus yang menunggu. Melangkah turun, menunggu giliran. Aku cukup bersabar. Meski takut kalau-kalau tertinggal bus ke arah Panam. Di tangga. Aku menanti kondektur memeriksa karcisku. Lalu aku melihatmu. Kau berdiri dengan santai. Mengamati semua yang lewat. Seperti kenal, kataku dalam hati. Ternyata memang itu kamu. Aku bingung harus bagaimana. Ingin memanggil namamu, tapi ramai sekali. Jika aku berteriak, semua orang akan melihatku. Jika berbisik kau pasti tak akan mendengar. Jadi kutatap saja engkau. Kutunggu kau menatapku balik. Hampir 30 detik sudah. Kau seakan belum menyadari keberadaanku Aku masih sabar Akhirnya, kau balik melihatku Engkau seperti kaget Aku hanya tertawa Mengayunkan karcisku, dan berkata " Aku duluan Bal" Berjalan terus. Menahan tawa T...

Dikejar Monyet

Aku akan berkisah tentang pengalaman yang sangat luar biasa Yang kualami sendiri Hari ini, aku ada rapat di sekre BEM Universitas Riau. Persiapan acara nasional di bulan Maret nanti Dan kebetulan aku adalah CO Acara Seperti biasa, aku berjalan kaki dari kos Melewati jalanan kampus yang sepi Seharusnya aku sudah memposting sebuah tulisan yang kubuat hari Kamis lalu, tapi aku lupa Tentang monyet Namun tenang saja, ketika aku menulis kisah ini postingan itu sudah bisa kau baca Mungkin ini adalah teguran dari Allah Aku begitu sombong Kau boleh membacanya di sini Hari ini aku diberi sebuah pengalaman yang sangat luar biasa Entahlah bagaimana caranya menceritakan Tapi kau harus baca jika ingin tau Kembali lagi ke cerita hari ini Jika kau sudah membaca postinganku sebelumnya kau pasti sudah tau bahwa ada sebuah jalan yang harus dilewati jika ingin ke sekre, dan orang-orang yang lewat di jalanan tersebut sering melihat monyet, bahkan dikejar. Nah, sebagaimana yang kutul...