Langsung ke konten utama

Favorite mosque ❤ (1)

Aku jatuh cinta, sejak pandangan pertama..
Pada sebuah masjid
Hatiku terpaut saat melihat menaranya, dari kejauhan..
Mari kuceritakan.
Aku lupa kapan pertama kali melihat masjid ini
Entah bulan April, entah Mei
2016 lalu
Sebelum Ramadhan
Saat itu aku dan pacarku mencari masjid setelah berbuka puasa, sebelum menuju tempat makan
Masih lekat di ingatanku, menara masjid ini terlihat dari jauh
Sebuah ketidaksengajaan, karna sesungguhnya pacarku salah jalan
Ia salah memasuki lorong di jalanan Arifin Ahmad
Megah sekali masjidnya, diantara temaram senja
Begitu menawan
Aku langsung meminta untuk sholat magrib di masjid ini
Bukan hal mudah, karna masjid ini begitu jauh kelihatannya, seakan tidak ada jalan menuju ke sana
Bayangkan saja, jalan yang kutempuh adalah jalan tanah, belum beraspal pun masih ada lahan yang belum diolah.. sangat luas
Akhirnya setelah beberapa kali salah jalan dan penuh tebakan, berpatokan pada menara megah tersebut akhirnya kami sampai
Dan aku tak bisa berhenti untuk terkagum-kagum
Sungguh aku jatuh cinta...
Semuanya indah..
Semuanya benar-benar indah..
Kamar mandinya sangat nyaman
Sekedar informasi untukmu, yang membuat sebuah masjid itu bagus atau tidak menurutku bisa kau lihat dari kamar mandi atau tempat wudhunya, dan masjid ini..
Sungguh luar biasa..
Setelah berwudhu aku naik ke lantai dua untuk sholat magrib..
Nyaman..
Indah..
Nanti kulanjutkan..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sederhana.

Aku ingin dicintai dengan sederhana Selembut yang kau bisa Tak perlu berikrar Aku bukan bocah yang percaya pada rayuan Aku ingin dicintai dengan sederhana Yang buatku jatuh cinta dan lupa semesta Aku ingin dicintai dengan sederhana Sungguh, sederhana saja.

Dikejar Monyet

Aku akan berkisah tentang pengalaman yang sangat luar biasa Yang kualami sendiri Hari ini, aku ada rapat di sekre BEM Universitas Riau. Persiapan acara nasional di bulan Maret nanti Dan kebetulan aku adalah CO Acara Seperti biasa, aku berjalan kaki dari kos Melewati jalanan kampus yang sepi Seharusnya aku sudah memposting sebuah tulisan yang kubuat hari Kamis lalu, tapi aku lupa Tentang monyet Namun tenang saja, ketika aku menulis kisah ini postingan itu sudah bisa kau baca Mungkin ini adalah teguran dari Allah Aku begitu sombong Kau boleh membacanya di sini Hari ini aku diberi sebuah pengalaman yang sangat luar biasa Entahlah bagaimana caranya menceritakan Tapi kau harus baca jika ingin tau Kembali lagi ke cerita hari ini Jika kau sudah membaca postinganku sebelumnya kau pasti sudah tau bahwa ada sebuah jalan yang harus dilewati jika ingin ke sekre, dan orang-orang yang lewat di jalanan tersebut sering melihat monyet, bahkan dikejar. Nah, sebagaimana yang kutul...

30 detik terlama

Aku merasa lega ketika akhirnya turun dari bis yang ramai sekali. Entah kenapa aku harus berbarengan dengan anak-anak sekolah yang entah dari mana asalnya. Untungnya di halte transit sudah ada bus yang menunggu. Melangkah turun, menunggu giliran. Aku cukup bersabar. Meski takut kalau-kalau tertinggal bus ke arah Panam. Di tangga. Aku menanti kondektur memeriksa karcisku. Lalu aku melihatmu. Kau berdiri dengan santai. Mengamati semua yang lewat. Seperti kenal, kataku dalam hati. Ternyata memang itu kamu. Aku bingung harus bagaimana. Ingin memanggil namamu, tapi ramai sekali. Jika aku berteriak, semua orang akan melihatku. Jika berbisik kau pasti tak akan mendengar. Jadi kutatap saja engkau. Kutunggu kau menatapku balik. Hampir 30 detik sudah. Kau seakan belum menyadari keberadaanku Aku masih sabar Akhirnya, kau balik melihatku Engkau seperti kaget Aku hanya tertawa Mengayunkan karcisku, dan berkata " Aku duluan Bal" Berjalan terus. Menahan tawa T...