Langsung ke konten utama

Tidak pernah jumpa Monyet

Di kampusku, ada beberapa kawasan yang terdapat banyak monyet liar.
Monyet besar berekor panjang
Aku pernah melihatnya sekali
Ketika acara Temu Ramah menyambut angkatan 2016
Kejadian saat itu lucu sekali
Aku yang merupakan korlap (koordinator lapangan) mendapat aduan dari teman-teman bahwa posko alumni diserang oleh monyet
Sontak kaget dan takut, namun ternyata teman-temanku sudah menyelamatkan diri dan makanan disana
Setelah evakuasi, akhirnya kami menemukan posko baru
Selang beberapa saat, aku yang kebetulan saat itu berada di posko angkatan 2012 didatangi oleh segerombolan monyet
Melihatnya serasa ingin tertawa aku
Lucu
Dan aneh
Meskipun ini bukan kali pertama aku melihat monyet, namun sangat sulit menjelaskan bagaimana perasaanku saat itu
Hei, ini monyet liar
Wajar kan jika aku sedikit ketakutan ?
Tapi tetap saja, aku sok berani
Dan akhirnya bisa diusir
Bukan olehku ya hehehe
Dan itu adalah pengalaman yang mengesankan bagiku
Kau pasti bertanya apa hubungannya dengan judul ? Kontradiksi dengan yang kuceritakan
Nah, sebagaimana yang kukatakan, ada beberapa titik di kampus yang menjadi "sarang monyet"
Salah satunya adalah hutan-hutan di depan Stadion Mini Universitas Riau yang harus dilalui jika ingin ke sekre BEM
Namun, aku sama sekali tak pernah melihat monyet..
Padahal orang-orang banyak yang pernah dikejar, dan lari ketakutan
Ajaib sekali
Kadang ingin juga bertemu
Siapa tau akrab
HEHE
Anne yang ga pernah ketemu monyet
Ps : ini kutulis pada tanggal 12 Januari lalu, lupa ku post, dan hari ini harus ku post karna ada kelanjutan dari kisah ini HAHAHAHAHA

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sederhana.

Aku ingin dicintai dengan sederhana Selembut yang kau bisa Tak perlu berikrar Aku bukan bocah yang percaya pada rayuan Aku ingin dicintai dengan sederhana Yang buatku jatuh cinta dan lupa semesta Aku ingin dicintai dengan sederhana Sungguh, sederhana saja.

AKR Pekanbaru 2017 : Orang-orang Yang Berproses

Pada akhirnya yang berjuang kan merasa bahagia saat kabar baik datang satu persatu : membayar semua letih dan air mata. Satu pekan belakangan ini adalah hari-hari sibuk tanpa jeda bagi kami, PIK M SEHATI. Akan diadakan sebuah lomba antar PIK se Kota Pekanbaru dan waktu tersisa kurang dari 7 hari. Ada tujuh buah perlombaan, Yel yel GenRe, Mars GenRe, LCC GenRe, Pensi GenRe, Mading 3D GenRe dan Pemilihan Duta GenRe Kota Pekanbaru yang keseluruhannya memerlukan persiapan yang cukup matang agar tampil maksimal. Dan waktu yang tidak cukup banyak itu seakan mengejar dan terus berpacu. Sesungguhnya tidak akan sulit untuk membagi menit, namun masalahnya sangat sulit untuk menyamakan jadwal, proses perkuliahan yang berbeda antar jurusan dan fakultas, tuntutan tugas, dan hal lain yang membuat kami menjadi harus mengorbankan satu dua hal. Dimulai pukul 17.00 wib dan berakhir pukul 22.00 wib, hari-hari terasa begitu panjang. Hari pertama latihan Aku masih jelas ingat hari Selas...

Pantai Ketapang, Pulau Rupat : Pantai Berpasir dengan Keunikan Ekosistem Mangrove

Pantai itu candu, ombak selalu merindu (Anne, 2017). Keindahan terkadang bersifat adiktif. Memicu candu untuk selalu bertemu. Adiktif pada manusia, maka selalu ingin melihat senyumnya. Adiktif pada suatu benda maka akan selalu menjaga : tidak ingin rusak ataupun hilang. Namun alangkah sempurna jika seluruh adiksi diberikan kepada pencipta, Allah SWT hingga semua aspek kehidupan menjadi berpusat kepadaNya dan hanya pada Allah lah candu itu tercipta. Mari berdoa agar kita bisa menjadi pengisi barisan orang-orang yang adiktif terhadap Penguasa Alam Raya. Amiin.. Bicara soal candu, aku jatuh cinta sejak kali pertama jumpa dengan pantai. Keindahan yang membuatku senantiasa mengulang ayat pada Surah Ar Rahman. Aku selalu mendamba untuk kembali ke pantai dengan langit biru, pasir yang berbisik mesra bersama ombak yang bergulung menepi : mencoba berbagi cerita tentang dunia sebelum menjadi buih. Pulau Pamutusan, Sumatera Barat adalah pantai pertama yang kukunjungi setelah hampir...