Langsung ke konten utama

Iklan Indomie

Baru saja aku menonton iklan.
Bukan iklan biasa.
Dan bukan iklan Thailand seperti biasa yang kulakukan saat butuh pencerahan.
Jam 3.22 di gawaiku sekarang.
Aku bangun jam 2 dini hari tadi, mengerjakan proposal PKM yang kujanjikan pada pembimbingku. Sudah telat satu hari.
Tapi karna sekarang minggu uts, aku tak sempat untuk memperbaiki hasil revisi beliau.
Layaknya kebiasaanku saat mengerjakan tugas, streaming Youtube, kali ini pun demikian.
Dan Dark Horse milik Katy Perry membawaku pada sebuah iklan yang membuatku meneteskan air mata.
Ya, tidak ku skip kan kali ini
Ceritanya sederhana
Tentang buruh nelayan
Yang penuh semangat
Ia seorang ayah
Bekerja keras demi anak
Di iklan, kegiatan pagi hari yang membuatnya semangat
Makan Indomie sebelum mengantar anak sekolah
Pagi itu, dia membawa tas baru untuk anaknya yang ke sekolah hanya memakai kantong plastik.
Menangis aku haru biru
Aku teringat Papa
Yang selalu berusaha memenuhi kebutuhanku
Yang jika uang habis selalu mengirim uang sesegera mungkin
Yang jika tak punya uang, selau mengusahakan untukku
Sungguh aku menangis saat menulis ini.
Ah aku cengeng sekali.

Kangen papa, 4 November. 3.30am

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sederhana.

Aku ingin dicintai dengan sederhana Selembut yang kau bisa Tak perlu berikrar Aku bukan bocah yang percaya pada rayuan Aku ingin dicintai dengan sederhana Yang buatku jatuh cinta dan lupa semesta Aku ingin dicintai dengan sederhana Sungguh, sederhana saja.

30 detik terlama

Aku merasa lega ketika akhirnya turun dari bis yang ramai sekali. Entah kenapa aku harus berbarengan dengan anak-anak sekolah yang entah dari mana asalnya. Untungnya di halte transit sudah ada bus yang menunggu. Melangkah turun, menunggu giliran. Aku cukup bersabar. Meski takut kalau-kalau tertinggal bus ke arah Panam. Di tangga. Aku menanti kondektur memeriksa karcisku. Lalu aku melihatmu. Kau berdiri dengan santai. Mengamati semua yang lewat. Seperti kenal, kataku dalam hati. Ternyata memang itu kamu. Aku bingung harus bagaimana. Ingin memanggil namamu, tapi ramai sekali. Jika aku berteriak, semua orang akan melihatku. Jika berbisik kau pasti tak akan mendengar. Jadi kutatap saja engkau. Kutunggu kau menatapku balik. Hampir 30 detik sudah. Kau seakan belum menyadari keberadaanku Aku masih sabar Akhirnya, kau balik melihatku Engkau seperti kaget Aku hanya tertawa Mengayunkan karcisku, dan berkata " Aku duluan Bal" Berjalan terus. Menahan tawa T...

Dikejar Monyet

Aku akan berkisah tentang pengalaman yang sangat luar biasa Yang kualami sendiri Hari ini, aku ada rapat di sekre BEM Universitas Riau. Persiapan acara nasional di bulan Maret nanti Dan kebetulan aku adalah CO Acara Seperti biasa, aku berjalan kaki dari kos Melewati jalanan kampus yang sepi Seharusnya aku sudah memposting sebuah tulisan yang kubuat hari Kamis lalu, tapi aku lupa Tentang monyet Namun tenang saja, ketika aku menulis kisah ini postingan itu sudah bisa kau baca Mungkin ini adalah teguran dari Allah Aku begitu sombong Kau boleh membacanya di sini Hari ini aku diberi sebuah pengalaman yang sangat luar biasa Entahlah bagaimana caranya menceritakan Tapi kau harus baca jika ingin tau Kembali lagi ke cerita hari ini Jika kau sudah membaca postinganku sebelumnya kau pasti sudah tau bahwa ada sebuah jalan yang harus dilewati jika ingin ke sekre, dan orang-orang yang lewat di jalanan tersebut sering melihat monyet, bahkan dikejar. Nah, sebagaimana yang kutul...