Langsung ke konten utama

Malam bersama Usai di Sini - Raisa

Aku sangat suka mendengarkan lagu saat malam-malam seperti ini.
Hening malam
Hanya bisik angin yang terdengar membawa hujan

Nada-nada terasa lebih indah
Untaian kata lebih merasuk sukma

Bisa aku tiba-tiba menangis
Tersenyum
Atau merasa berdosa

Cerita soal lagu, aku adalah penikmat lirik bukan melodi
Maka dari itu lagu kesukaanku pastilah memiliki lirik yang indah, bermakna, dan kena di hati
Cukup sulit bagiku untuk menikmati sebuah alunan indah tanpa memahami liriknya
Aneh kata teman-temanku
Tapi bagaimana lagi

Omong-omong saat ini aku sedang mendengarkan Usai di Sini - Raisa

pedih nyatanya yang tak terjawab
mampu memnjatuhkanku yang dikira tegar
kau tepikan aku,
kau renggut mimpi yang dulu kita ukir bersama

seolah aku tak pernah jadi bagian besar dalam hari-harimu

lebih baik kita usai disini, sebelum cerita indah tergantikan pahitnya sakit hati
bukannya aku mudah menyerah, tapi bijaksana mengerti kapan harus berhenti
ku kan menunggu tapi tak selamanya

kau tepikan aku, kau renggut mimpi yang dulu kita ukir bersama
seolah aku tak pernah jadi bagian besar 
seolah janji dan kata-kata yang tlah terucap kehilangan arti

lebih bak kita usai disini, sebelum cerita indah tergantikan pahitnya sakit hati
bukannnya aku mudah menyerah, tapi bijaksana mengerti kapan harus berhenti
ku kan menunggu tapi tak selamanya

tak kan jera kupercaya cinta
manis dan pahitnya kan ku terima
kini kisah kita akhiri dengan makna

lebih baik kita usai disini
sebelum cerita indah tergantikan pahitnya sakit hati
bukannya aku mudah menyerah
tapi bijaksana mengerti kapan harus berhenti
ku kan menunggu tapi tak selamanya

ku kan menanti tapi tak selamanya..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sederhana.

Aku ingin dicintai dengan sederhana Selembut yang kau bisa Tak perlu berikrar Aku bukan bocah yang percaya pada rayuan Aku ingin dicintai dengan sederhana Yang buatku jatuh cinta dan lupa semesta Aku ingin dicintai dengan sederhana Sungguh, sederhana saja.

30 detik terlama

Aku merasa lega ketika akhirnya turun dari bis yang ramai sekali. Entah kenapa aku harus berbarengan dengan anak-anak sekolah yang entah dari mana asalnya. Untungnya di halte transit sudah ada bus yang menunggu. Melangkah turun, menunggu giliran. Aku cukup bersabar. Meski takut kalau-kalau tertinggal bus ke arah Panam. Di tangga. Aku menanti kondektur memeriksa karcisku. Lalu aku melihatmu. Kau berdiri dengan santai. Mengamati semua yang lewat. Seperti kenal, kataku dalam hati. Ternyata memang itu kamu. Aku bingung harus bagaimana. Ingin memanggil namamu, tapi ramai sekali. Jika aku berteriak, semua orang akan melihatku. Jika berbisik kau pasti tak akan mendengar. Jadi kutatap saja engkau. Kutunggu kau menatapku balik. Hampir 30 detik sudah. Kau seakan belum menyadari keberadaanku Aku masih sabar Akhirnya, kau balik melihatku Engkau seperti kaget Aku hanya tertawa Mengayunkan karcisku, dan berkata " Aku duluan Bal" Berjalan terus. Menahan tawa T...

Dikejar Monyet

Aku akan berkisah tentang pengalaman yang sangat luar biasa Yang kualami sendiri Hari ini, aku ada rapat di sekre BEM Universitas Riau. Persiapan acara nasional di bulan Maret nanti Dan kebetulan aku adalah CO Acara Seperti biasa, aku berjalan kaki dari kos Melewati jalanan kampus yang sepi Seharusnya aku sudah memposting sebuah tulisan yang kubuat hari Kamis lalu, tapi aku lupa Tentang monyet Namun tenang saja, ketika aku menulis kisah ini postingan itu sudah bisa kau baca Mungkin ini adalah teguran dari Allah Aku begitu sombong Kau boleh membacanya di sini Hari ini aku diberi sebuah pengalaman yang sangat luar biasa Entahlah bagaimana caranya menceritakan Tapi kau harus baca jika ingin tau Kembali lagi ke cerita hari ini Jika kau sudah membaca postinganku sebelumnya kau pasti sudah tau bahwa ada sebuah jalan yang harus dilewati jika ingin ke sekre, dan orang-orang yang lewat di jalanan tersebut sering melihat monyet, bahkan dikejar. Nah, sebagaimana yang kutul...