Langsung ke konten utama

Aku Harus Bagaimana ?

Bagaimana jika orang yang kau cintai mendapatkan masalah besar karenamu ?
Apa yang akan kau lakukan disaat orang yang kau sayangi kehilangan teman-teman terdekatnya, rekan untuk berjuang, orang-orang yang mendukungnya disebabkan karna rasa cinta padamu ?

Mungkin begitu keadaan saat ini
Keberadaanmu yang kaukira membawa bahagia untuknya ternyata membawanya kepada masalah pelik.
Dikarenakan kecerobohanmu kau membuat orang yang mencintaimu terluka, merasa sendiri.

Kau tak bisa apa-apa.
Kau tak bisa merubah keadaan, atau membuat segalanya jadi lebih mudah.
Diammu salah, kau berucap pun menambah derita.

Rasanya ingin menghilang saja. Bukan ingin lari, tapi karena kau merasa kehadiranmu hanya menghadirkan pilu.
Tangismu tiada guna, tak peduli berapa malam kau habiskan penuh airmata.
Kau bisa berkata semua baik-baik saja, tapi sungguh kau didera perasaan bersalah yang luar biasa.

Ketika cintamu berkata semua akan kembali seperti semula, kau tentu saja ingin percaya. Tentu saja kau berharap begitu. Tapi kenyataan membuatmu berhenti menguntai asa, kau terlalu takut.
Ketika cintamu memohon agar kau terus mendampingi, sudah pasti kau berbahagia. Berada bersama orang yang kau cintai dan mencintamu adalah mimpi terbesar yang jadi nyata. Namun bagaimana jadinya jika ia terus bersamamu hanya membawanya pada kebahagiaan semu, kebahagiaan sesaat. Karena hidupnya yang sudah bertahun ia tata tiba-tiba rusak karena ketidaksempurnaanmu.


Tak peduli seberapa ingin bertahan, tak peduli seberapa besar harapmu untuk terus bersamanya,
Hati kecilmu tetap saja merasa kau tak seharusnya hadir dalam hidupnya..

Jadi bagaimana ? Kau akan apa ?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sederhana.

Aku ingin dicintai dengan sederhana Selembut yang kau bisa Tak perlu berikrar Aku bukan bocah yang percaya pada rayuan Aku ingin dicintai dengan sederhana Yang buatku jatuh cinta dan lupa semesta Aku ingin dicintai dengan sederhana Sungguh, sederhana saja.

AKR Pekanbaru 2017 : Orang-orang Yang Berproses

Pada akhirnya yang berjuang kan merasa bahagia saat kabar baik datang satu persatu : membayar semua letih dan air mata. Satu pekan belakangan ini adalah hari-hari sibuk tanpa jeda bagi kami, PIK M SEHATI. Akan diadakan sebuah lomba antar PIK se Kota Pekanbaru dan waktu tersisa kurang dari 7 hari. Ada tujuh buah perlombaan, Yel yel GenRe, Mars GenRe, LCC GenRe, Pensi GenRe, Mading 3D GenRe dan Pemilihan Duta GenRe Kota Pekanbaru yang keseluruhannya memerlukan persiapan yang cukup matang agar tampil maksimal. Dan waktu yang tidak cukup banyak itu seakan mengejar dan terus berpacu. Sesungguhnya tidak akan sulit untuk membagi menit, namun masalahnya sangat sulit untuk menyamakan jadwal, proses perkuliahan yang berbeda antar jurusan dan fakultas, tuntutan tugas, dan hal lain yang membuat kami menjadi harus mengorbankan satu dua hal. Dimulai pukul 17.00 wib dan berakhir pukul 22.00 wib, hari-hari terasa begitu panjang. Hari pertama latihan Aku masih jelas ingat hari Selas...

Pantai Ketapang, Pulau Rupat : Pantai Berpasir dengan Keunikan Ekosistem Mangrove

Pantai itu candu, ombak selalu merindu (Anne, 2017). Keindahan terkadang bersifat adiktif. Memicu candu untuk selalu bertemu. Adiktif pada manusia, maka selalu ingin melihat senyumnya. Adiktif pada suatu benda maka akan selalu menjaga : tidak ingin rusak ataupun hilang. Namun alangkah sempurna jika seluruh adiksi diberikan kepada pencipta, Allah SWT hingga semua aspek kehidupan menjadi berpusat kepadaNya dan hanya pada Allah lah candu itu tercipta. Mari berdoa agar kita bisa menjadi pengisi barisan orang-orang yang adiktif terhadap Penguasa Alam Raya. Amiin.. Bicara soal candu, aku jatuh cinta sejak kali pertama jumpa dengan pantai. Keindahan yang membuatku senantiasa mengulang ayat pada Surah Ar Rahman. Aku selalu mendamba untuk kembali ke pantai dengan langit biru, pasir yang berbisik mesra bersama ombak yang bergulung menepi : mencoba berbagi cerita tentang dunia sebelum menjadi buih. Pulau Pamutusan, Sumatera Barat adalah pantai pertama yang kukunjungi setelah hampir...