Langsung ke konten utama

Kuuki : Kura-kura yang Hilang

Sebelum magrib tadi, aku berteriak histeris di kosan.
KURA KURA KU HILANG
kucari di sudut kamar
Tidak ada
Kucari di penjuru kos,
Nihil
Menangis aku dibuatnya
Kuuki namanya
Diberikan oleh kekasih, sebagai ganti kuda laut yang sangat ingin kupelihara
Awalnya aku tak merasa tertarik, hanya sekedar memelihara karna sedikit dipaksa
Tapi lama-lama aku jadi sayang sekali
Sering kuajak ia mengobrol
Sering juga ku tertawa karna tingkah lucunya
Ah Kuuki, aku sayang sekali
Belum lagi saat ini aku dan pacar sedang LDR, semakin besar rasa bersalahku padanya
Aku ingat saat pertama kali aku melihatnya berenang
Aku tertawa bahagia
Aku ingat saat dia menghabiskan sayur yang kuletakkan mengambang di air
Aku suka saat ia bergerak
Lincah sekali
Kuuki,
Kecil sekali
Tapi aku percaya ia sangat cerdik
Kecerobohanku memang
Aku melepasnya, agar ia bisa bergerak leluasa di kamar
Lalu aku sibuk membuat list kegiatan yang memang bisa membunuh jika tak ku atur skala prioritasnya
Kamar tak kututup pintunya
Dan aku sibuk sendiri
Baru sekitar satu jam kemudian aku sadar
Menyesal
Mengutuki diri sendiri
Ah bodoh sekali memang
Sambil meringis, aku mandi
Adik sekamar kosku tampak prihatin juga, ia ikut sibuk mencari
Saat selesai mandi dan bersiap-siap sholat magrib tiba-tiba teman sekosku berteriak, "itu ada kura-kura" katanya
Kulihat, ternyata Kuuki bersembunyi di balik galon dekat rak sepatu di luar
Ah senang sekali
Kan kujaga baik-baik
-Terkadang kita baru menyadari sesuatu berarti saat kita kehilangan hal tersebut-

18.41 Magrib yang kelam
Anne

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sederhana.

Aku ingin dicintai dengan sederhana Selembut yang kau bisa Tak perlu berikrar Aku bukan bocah yang percaya pada rayuan Aku ingin dicintai dengan sederhana Yang buatku jatuh cinta dan lupa semesta Aku ingin dicintai dengan sederhana Sungguh, sederhana saja.

AKR Pekanbaru 2017 : Orang-orang Yang Berproses

Pada akhirnya yang berjuang kan merasa bahagia saat kabar baik datang satu persatu : membayar semua letih dan air mata. Satu pekan belakangan ini adalah hari-hari sibuk tanpa jeda bagi kami, PIK M SEHATI. Akan diadakan sebuah lomba antar PIK se Kota Pekanbaru dan waktu tersisa kurang dari 7 hari. Ada tujuh buah perlombaan, Yel yel GenRe, Mars GenRe, LCC GenRe, Pensi GenRe, Mading 3D GenRe dan Pemilihan Duta GenRe Kota Pekanbaru yang keseluruhannya memerlukan persiapan yang cukup matang agar tampil maksimal. Dan waktu yang tidak cukup banyak itu seakan mengejar dan terus berpacu. Sesungguhnya tidak akan sulit untuk membagi menit, namun masalahnya sangat sulit untuk menyamakan jadwal, proses perkuliahan yang berbeda antar jurusan dan fakultas, tuntutan tugas, dan hal lain yang membuat kami menjadi harus mengorbankan satu dua hal. Dimulai pukul 17.00 wib dan berakhir pukul 22.00 wib, hari-hari terasa begitu panjang. Hari pertama latihan Aku masih jelas ingat hari Selas...

Pantai Ketapang, Pulau Rupat : Pantai Berpasir dengan Keunikan Ekosistem Mangrove

Pantai itu candu, ombak selalu merindu (Anne, 2017). Keindahan terkadang bersifat adiktif. Memicu candu untuk selalu bertemu. Adiktif pada manusia, maka selalu ingin melihat senyumnya. Adiktif pada suatu benda maka akan selalu menjaga : tidak ingin rusak ataupun hilang. Namun alangkah sempurna jika seluruh adiksi diberikan kepada pencipta, Allah SWT hingga semua aspek kehidupan menjadi berpusat kepadaNya dan hanya pada Allah lah candu itu tercipta. Mari berdoa agar kita bisa menjadi pengisi barisan orang-orang yang adiktif terhadap Penguasa Alam Raya. Amiin.. Bicara soal candu, aku jatuh cinta sejak kali pertama jumpa dengan pantai. Keindahan yang membuatku senantiasa mengulang ayat pada Surah Ar Rahman. Aku selalu mendamba untuk kembali ke pantai dengan langit biru, pasir yang berbisik mesra bersama ombak yang bergulung menepi : mencoba berbagi cerita tentang dunia sebelum menjadi buih. Pulau Pamutusan, Sumatera Barat adalah pantai pertama yang kukunjungi setelah hampir...