Langsung ke konten utama

20/11/16 (5) : Hero of The Day

Uangku habis.

Hujan-hujanan aku mencari atm
Yang aku tak tau dimana
Hari sudah gelap
Semua seakan memasang tampang seram.
Aku tak ketakutan, hanya jauh lebih waspada.

Kulihat hp dalam tas, melirik jam sejenak.
Ada notif dari pacarku

"Udah boleh aku gangguin ?" Begitu katanya.

Ia bertanya begitu karna kupesankan padanya aku tak ingin diganggu, aku ingin bebas seharian. Ia setuju saja, ya dia sangat pengertian.

Kubalas secepat mungkin, tanpa drama. Kehujanan, kehabisan uang.
Setelah kututup wa, kupercepat langkah ke atm, berbekal arahan dari penjaga toko pakaian.
Untungnya atm ku tak kosong, jadi aku bisa pulang naik bus lagi.
Segera aku ke halte, takut ketinggalan bis, karna sudah sore.

Kubuka whatsapp, pesanku hanya di baca
Kukirimi lagi ia pesan

"Tak usah repot-repot ke sini, aku sudah di busway"

Seperti itu kira-kira.

Tiba balasannya

"Aku udah di depan pasar"

Hampir tidak percaya
Tapi memang benar.
Meski mencari-cari, akhirnya kami bertemu.

Agak kaget sebenarnya, karna ada yang tiba-tiba memegang kepalaku.
Lega sekali, ketika melihat senyumnya.

Aku sangat terharu.
Rasanya aku begitu berarti.
Memiliki seseorang yang begitu peduli, yang siap sedia ada untukku.

Setelah hujan hampir reda, kami berboncengan. Menyusuri jalan yang basah.
Tak henti aku tersenyum.Airmata bahagia bercampur asin hujan.

Terimakasih Tuhan.
Dia adalah anugerah yang tak boleh disia-siakan.


ps : sayang, terimakasih sudah membuat aku begitu bahagia hari ini..

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sederhana.

Aku ingin dicintai dengan sederhana Selembut yang kau bisa Tak perlu berikrar Aku bukan bocah yang percaya pada rayuan Aku ingin dicintai dengan sederhana Yang buatku jatuh cinta dan lupa semesta Aku ingin dicintai dengan sederhana Sungguh, sederhana saja.

30 detik terlama

Aku merasa lega ketika akhirnya turun dari bis yang ramai sekali. Entah kenapa aku harus berbarengan dengan anak-anak sekolah yang entah dari mana asalnya. Untungnya di halte transit sudah ada bus yang menunggu. Melangkah turun, menunggu giliran. Aku cukup bersabar. Meski takut kalau-kalau tertinggal bus ke arah Panam. Di tangga. Aku menanti kondektur memeriksa karcisku. Lalu aku melihatmu. Kau berdiri dengan santai. Mengamati semua yang lewat. Seperti kenal, kataku dalam hati. Ternyata memang itu kamu. Aku bingung harus bagaimana. Ingin memanggil namamu, tapi ramai sekali. Jika aku berteriak, semua orang akan melihatku. Jika berbisik kau pasti tak akan mendengar. Jadi kutatap saja engkau. Kutunggu kau menatapku balik. Hampir 30 detik sudah. Kau seakan belum menyadari keberadaanku Aku masih sabar Akhirnya, kau balik melihatku Engkau seperti kaget Aku hanya tertawa Mengayunkan karcisku, dan berkata " Aku duluan Bal" Berjalan terus. Menahan tawa T...

Dikejar Monyet

Aku akan berkisah tentang pengalaman yang sangat luar biasa Yang kualami sendiri Hari ini, aku ada rapat di sekre BEM Universitas Riau. Persiapan acara nasional di bulan Maret nanti Dan kebetulan aku adalah CO Acara Seperti biasa, aku berjalan kaki dari kos Melewati jalanan kampus yang sepi Seharusnya aku sudah memposting sebuah tulisan yang kubuat hari Kamis lalu, tapi aku lupa Tentang monyet Namun tenang saja, ketika aku menulis kisah ini postingan itu sudah bisa kau baca Mungkin ini adalah teguran dari Allah Aku begitu sombong Kau boleh membacanya di sini Hari ini aku diberi sebuah pengalaman yang sangat luar biasa Entahlah bagaimana caranya menceritakan Tapi kau harus baca jika ingin tau Kembali lagi ke cerita hari ini Jika kau sudah membaca postinganku sebelumnya kau pasti sudah tau bahwa ada sebuah jalan yang harus dilewati jika ingin ke sekre, dan orang-orang yang lewat di jalanan tersebut sering melihat monyet, bahkan dikejar. Nah, sebagaimana yang kutul...